Buisnis Nursery

Kurniawan Junaedhie. Sukses Mengembangkan Bisnis Nursery di InternetSep 10,

Tak seperti pebisnis tanaman hias kebanyakan yang hanya menggunakan lahan dan nursery sebagai etalase produk yang dijajakan, Kurniawan Junaedhie memilih internet sebagai etalase online melengkapi pelayanan  di bagian penjualan bagi pembeli. Toko online 24 jam tersebut diberi nama toekangkeboen.com yang dimulai semenjak tahun 2004. Tentu saja ketika itu belum banyak orang yang menjalankan hal serupa. Jika pun ada, pebisnis tanaman lebih familiar dengan hanya memajang iklan baris di internet.

Justru hal yang belum biasa tersebut mendorong keyakinan pasangan Kurniawan Junaedhie dan Maria Nurani untuk memajang nursery di internet dalam sebuah website khusus sehingga siapa pun dan di mana pun berada bisa memesan dengan mudah dari penjuru Tanah Air. Bagi sebagian orang mungkin membayangkannya sebagai bisnis yang rumit. Mengirimkan pesanan tanaman ke berbagai daerah di Tanah Air. Tapi pasangan ini justru telah berhasil menjalankannya.

Memang semua tak selalu berjalan mulus. Di awal usaha, beberapa kali komplain datang dan tak jarang yag meminta ganti rugi. aklum, produk pertanian termasuk rentan untuk mengalami kerusakan dalam perjalanan. Namun belajar dari pengalaman, sambung Kurniawan, semenjak 2 tahun terakhir masalah tersebut dapat diatasi dan tidak pernah muncul lagi.

Awal order dipenuhi dengan tanaman koleksi Kurniawan. Ya, Kurniawan merupakan pencinta tanaman hias, dan suka mengoleksi. “Saya hobiis, suka mengumpulkan tanaman. Dan ketika sudah merasa overstock, akhirnya dijual,” kata Kurniawan.Pesanan yang berdatangan siap dilayani dengan pengiriman yang selalu sedia. Buka 24 jam untuk pemesanan, dan pembeli cukup menanti di tempatnya, itu lah kelebihan yang ditawarkan melalui toekangkeboen.com. Sesuai layanan yang diberikan tentu saja sasaran pasar disesuaikan. “Dari awal Kami optimistis dengan bisnis ini. Sasarannya ada para profesional muda yang sibuk dan telah biasa dengan internet,” ujar Maria.

Meskipun kini telah semakin banyak bisnis sama bermunculan, toekangkeboen menurut Junaedhie tetap punya kelebihan. Maklum, pria yang pernah berprofesi sebagai wartawan selama 25 tahun ini selalu membuat websitenya dinamis, selalu ada informasi up date, selalu aktif berjualan, bahkan menyempatkan diri menulis buku seputar bisnis tanaman hias. Dari empat buku, dua diantaranya diterbitkan pada tahun 2006 berjudul Buku Panduan Praktis Perawatan Aglaonema dan Pesona Anthurium Daun. Sementara dua buku terbaru yang akan terbit September 2007 ini berjudul Jurus Sukses Jual Tanaman Hias dan Jadi Kaya dengan Berbisnis Anthurium.

Pada awalnya Junaedhie mengakui kurang menyadari pentingnya nursery sebagai toko offline yang sama pentingnya dengan toko online. Baru di tahun yang ketiga ia membenahi toko offline, showroom tempat di mana pembeli bisa langsung berinteraksi dan memilih tanaman yang diinginkan. Alhasil, saat ini permintaan di toko online dan offline imbang, 50:50.

Semakin hari toekangkeboen.com pun semakin dikenal dan lebih banyak mendapat order. Di Awal usaha, promo di beberapa tempat seperti pada yahoo, google pernah dilewati. Dalam perjalanan kemudian toekangkeboen juga sering dibahas di berbagai media. Alhasil dengan perkembangannya, hingga saat ini menurut Maria, toekangkeboen.com bisa meraih omset hingga Rp100 juta per bulan. Bicara keuntungan, Kurniawan mengatakan bisnis tanaman biasa mengumpulkan keuntungan minmal 20% dari omset.

Peluang Waralaba

Bicara soal bisnis ke depan, Kurniawan masih punya beberapa obsesi. Diantaranya lebih mengembangkan usaha sehingga lebih banyak menampung tenaga kerja. Saat ini menurutnya, ada 7 karyawan yang ada di showroom dan 4 orang di kebun. Itu baru karyawan tetap. Selain itu keinginan untuk mewaralabakan toekangkeboen.com tengah berusaha ia diwujudkan. Kami sedang buat sistemnya. Tapi saat ini beberapa pecobaan telah dijalankan, diantaranya di Lampung dan Purwokerto, dengan nama yang sama, barang disediakan. Targetnya, franchise toekangkeboen.com akan dimulai pada tahun 2008.

Usaha ini dirintis pertama kali dalam bentuk showroom seluas 1 (satu) kavling di Bursa Tanaman Hias BSD City, berlokasi di samping kawasan German Centre, BSD, yang kini menjadi Pusat Hiburan Keluarga Ocean Park.

Belum genap setahun menempati kompleks tersebut, tepatnya Februari 2006, gerai toekangkeboen ‘dipindahkan’ ke tempat baru, yang kini lebih dikenal dengan sebutan Pusat Tanaman Hias BSD CITY, persisnya pada Mei 2006, nursery lebih luas, menempati dua kavling dengan total luas 500 meter persegi, yang kemudian beberapa bulan berikutnya menambah 1 kavling baru sehingga menempati 3 kav dengan luas total 750 meter persegi. (SH)

Showroom dan Nursery:

Kav. 16, 17 & 18 Pusat Tanaman Hias BSD City

Serpong, Tangerang, 15322

Posted in agribisnis | Leave a comment

Menghirup laba dari shisha

MENGHIRUP

Laba dari Shisha

Kaltim Post, Minggu 3 April 2011

 

Shisha kini telah jadi bagian gaya hidup. Kegiatan menghisap tembakau Arab ini banyak dilakukan masyarakat di kota-kota besar, termasuk Samarinda. Umumnya penggemarnya dating dari genre muda. Perangkat yang digunakan terdiri dari tabung biasa disebut hookah atau bong yang tersambung dengan selang panjang.

Cara kerjanya, tembakau dipanaskan dan menghasilkan uap yang kemudanan disaring sebelum dihirup. Kini di pasaran ada sekitar 30 rasa tembakau, mulai dari aroma buah-buahan, cokelat, vanilla. Tembakau shisha hanya mengandung maksimal 0.05 persen nikotin dan 0 persen tar.

Melihat besarnya potensi pasar yang ada, tak sedikit pelaku usaha kini melirik shisha sebagai lading bisnis baru. Maka bermunculanlah café-café shisha. Berbeda dengan bisnis life style lain yang mengharuskan konsumen merogoh kocek dalam, menikmati shisha terbilang murah meriah.

Tarif yang ditawarkan hanya Rp.25 ribu per tabung, dimana satu tabung bisa digunakan empat orang. Artinya kalau dibagi rata, per orang hanya mengeluarkan uang tak sampai 6 ribu.

Keuntungan dari berbisnis shisha, umumny komplementer dari bisnis lain. Misalnya berdagang makanan dan soft drink, atau jajanan ringan seperti kentang goring. Karena biasanya setelah menikmati shisha, pelanggan merasa lapar dan haus. Dengan demikian bisa dapat tambahan keuntungan lain.

Pelaku bisnis shisha pun ttidak harus melakukan edukasi pasar karena pada dasrnya masyarakat Indonesia sudah mengenal nikmatnya rokok. Hanya saja kali ini, rokok tersebut diganti dengan kudapan tembakau dari Arab. Prospek bisnis ini ke depan diyakini tetap cerah, selama dibarengi ide-ide kreatif.

Posted in Wirausaha | Leave a comment

Berawal dari hobi

BERMULA DARI HOBI, KINI PUNYA OMZET PULUHAN JUTA

Arie, Pemilik Aladdin shisha Kafe

Kaltim Post, minggu 3 April 2011

 

Salah satu pengusaha yang kini terjun menggeluti bisnis shisha adalah Arie, pemilik Aladdin Shisha Kafe, Samarinda. Dibanding pebisnis shisha lainnyha, usha milikk pria 24 tahun ini terbilang cukup sukses karena mampu meraih omzet hingga pluhan juta sebulan. Bisnis perlengkapan shisha dilakoni Arie berawal dari kegemarannya menghirup asap beraroma itu sekaligus menyukai keunikannya. Maka, bermodal Rp.15 juta, ia menjajal peruntungan bisnis ini pada 5 November 2007. Dengan uang itu Arie menggunakannya untk membeli 5 tabung atau hookah, serta perlangkapan lain dari seorang pengrajin di Jakarta dimana bahan baku membuat hookah  tadi diimpor langsung dari Bubai. Uni Emirat Aarab.

Tak disangka, dalam tempo singkat 5 hookah itu habis terjual. Melihat fakta itu Arie yakin kalau bisnis ini mampu mendatangkan laba. Memang dirinya sadar ketika mulai terjun ke bisnis piranti shisha sudah ada pemain yang sama. Agar dapat bersaing dan tetap eksis, maka harus ada hal yang jadi pembeda.

Akhirnya pillihan jatuh pada nilai tawar harga yang lebih murah. Harga racikan tembakau dibanderol mulai Rp.20 ribu sampai Rp.85 ribu per 250 gram. Lain lagi harga aksesorinya. Misalnya harga foil cukup Rp.10 ribu dan mouthip (alat kecil di ujung plastic hisap yang bisa dilepas) dari Rp.30 ribu sampai Rp.50 ribu.

Dalam sehari, ia mendapat pemasukan tak kurang dari Rp.1 juta. Kini dibantu istri dan rekan-rakannya, Arie menggulirkan roda bisnisnya dengan omzet puluhan juta per bulan. Dari omzet sebesar itu, sekitar 15-20 persen masuk ke koceknya sebagai laba bersih.

Sampai kini, ia belum berniat membuka cabang di tempat lain. Hanya saja untuk kerja sama dengan pub-pub dan event masih diterima. Namun belakangan banyak permintaan yang menawarkan bisnis franchise atau wara laba, dan  tampaknya Arie mulai tergoda untk memulai bentuk usaha itu meski hanya dengan pub-pub besar.

Posted in Wirausaha | Leave a comment

Seputar Wirausaha

 

Seputar wirausaha

Kewirausahaan (bagian Sikap wirausaha)

  • Sikap wirausaha: Dari daftar ciri dan sifat watak seorang wirausahawan di atas, dapat kita identifikasi sikap seorang wirausahawan yang dapat

    12 KB (1.364 kata) – 17:55, 25 Maret 2011

  • Warung Internet
    Warung Internet (disingkat: warnet) adalah salah satu jenis wirausaha yang menyewakan jasa internet kepada khalayak umum. Pengguna

    7 KB (786 kata) – 07:46, 17 Februari 2011

  • Kredit mikro
    Kredit mikro adalah pinjaman dalam jumlah kecil untuk orang miskin dengan tujuan mereka bisa ber wirausaha . Kredit mikro ditujukan untuk

    3 KB (320 kata) – 13:59, 2 Januari 2011

  • Jasa boga
    Jasa boga atau yang lebih dikenal dengan catering adalah istilah umum untuk wirausaha yang melayani pemesanan berbagai macam masakan

    553 B (33 kata) – 23:09, 19 Juni 2010

  • Evan Williams
    Evan Williams (lahir 31 Maret 1972 di Nebraska ) adalah seorang wirausaha wan AS yang telah mendirikan beberapa usaha. Dua di antaranya

    953 B (69 kata) – 20:33, 25 November 2010

  • Pusat permainan dalam jaringan
    Pusat permainan dalam jaringan atau dikenal juga sebagai game center atau game net adalah jenis wirausaha yang menyewakan komputer

    2 KB (246 kata) – 04:02, 22 Juni 2010

  • Kewirausahaan sosial (bagian Wirausaha sosial)
    Wirausaha sosial: Wirausaha sosial melihat masalah sebagai peluang untuk membentuk sebuah model bisnis baru yang bermanfaat bagi

    8 KB (903 kata) – 09:34, 23 Februari 2011

  • Gombong, Gombong, Kebumen
    Sebagian penduduknya berprofesi sebaga wirausaha karena terdapat pusat perbelanjaan pasar Wonokriyo yang cukup terkenal di Gombong.

    1 KB (110 kata) – 10:50, 3 Januari 2011

  • Akademi Pimpinan Perusahaan Jakarta
    perdagangan dan sektor lainnya serta menumbuhkembangkan dan menanamkan jiwa wirausaha yang tangguh agar dapat bersaing di era globalisasi.

    3 KB (362 kata) – 07:50, 6 Maret 2010

  • UNESCO-IHE
    yang secara implisit memerlukan sebuah pendekatan pembaruan dan wirausaha (innovative and entrepreneurial approach) untuk meyakinkan pendanaan.

    5 KB (555 kata) – 14:51, 11 Mei 2010

  • Gardujaya, Panawangan, Ciamis
    tetapi ada pula pegawai negeri sipil, pedagang, tukang/ahli bangunan, jasa, wirausaha di daerah sendiri dan ada pula yang ke kota-kota besar.

    2 KB (217 kata) – 02:31, 24 Mei 2010

  • Manggissari, Pekutatan, Jembrana
    Kehidupan masyarakatnya kebanyakan sebagai petani seperti cengkeh, kopi, pisang,(petani tumpangsari) disamping itu juga sebagai wirausaha

    1 KB (152 kata) – 14:19, 20 April 2009

  • Sarirejo, Ngaringan, Grobogan
    Disamping itu ada juga pedagang dan wirausaha. Para pemuda diDesa ini banyak yang merantau ke kota lain. Mereka ingin mencari pengalaman

    968 B (98 kata) – 10:37, 22 Desember 2010

  • Leses, Manisrenggo, Klaten
    Wirausaha yang ingin mengembangkan usaha dapat membuat jaringan intalasi bio gas tersebut.

    888 B (91 kata) – 03:52, 29 Januari 2011

  • Bunutbolong, Pekutatan, Jembrana
    Kehidupan masyarakatnya kebanyakan sebagai petani seperti cengkeh, kopi, pisang,(Petani tumpangsari) disamping itu juga sebagai wirausaha

    568 B (74 kata) – 03:32, 19 Desember 2007

  • Gedog Wetan, Turen, Malang
    Mayoritas profesi penduduknya adalah wirausaha seperti pandai besi, tempe, tahu, dan sangkar burung.

    493 B (46 kata) – 05:09, 18 Mei 2010

  • Sugihan, Solokuro, Lamongan
    Sebagian bsar penduduknya bertani dan yang lainnya berternak dan wirausaha. tanah yang terdapat di desa Sugihan adalah tanah Grumusol

    553 B (67 kata) – 14:21, 7 Februari 2010

  • STIE Tunas Nusantara Bekasi
    bagaimana membangun dan mengembangkan STIE-TN sebagai kampus yang dikenal sebagai Kampus BEASISWA dan Kampus WIRAUSAHA kepada masyarakat.

    4 KB (564 kata) – 11:49, 23 Februari 2010

  • Sandiaga Salahudin Uno
    Dinamisme dan semangat itu pada gilirannya akan membuat masa depan dunia wirausaha di kalangan pemuda menjadi lebih cerah. Menurutnya,

    13 KB (1.500 kata) – 04:25, 28 Februari 2011

  • Buntet, Astanajapura, Cirebon
    Swasta : 1603 Orang- Wirausaha lainya : 18 Orang. Saran Pendidikan. Sarana Pendidikan Umum yang ada di Desa Buntet meliputi :- Taman

    4 KB (442 kata) – 02:44, 24 Februari 2011

  • Lihat (20 sebelumnya | 20 selanjutnya) (20 | 50 | 100 | 250 | 500)

    Peralatan pribadi
    Posted in Wirausaha | Leave a comment

    Contoh-contoh cincin wanita

    Posted in Batu permata | Leave a comment

    Contoh-contoh cincin pria

    Posted in Batu permata | Leave a comment

    Anak muda yang energik

     

     H endy Setiono. Pemilik Franchise Kebab Turki Baba Rafi

    Bagi kebanyakan orang, bertandang dan mencoba aneka makanan di berbagai tempat mungkin hanya sekadar hobi dan sebatas memuaskan selera saja. Namun tidak bagi Hendy Setiono, seorang wirausaha muda asal kota perjuangan, Surabaya. Percaya atau tidak, ide cemerlang dari bisnis makanan yang sukses ia bangun merupakan buah dari wisata kuliner yang pernah dijalaninya. “Saya sering mencoba aneka makanan ke berbagai daerah dan banyak bertanya untuk itu,” kata Hendy. Namun satu kunci sukses usahanya menurut Hendy tak bisa ditinggalkan adalah senantiasa jeli menangkap peluang yang ada.

    Ya, Kebab Turki Baba Rafi (KTBR), nama bisnis yang membuat Hendy terkenal ke penjuru Tanah Air, dimulai setelah ia ‘kesemsem’ dengan makanan Timur Tengah bernama kebab ketika ia berkunjung ke Qatar. Agar dapat diterima baik oleh lidah, KTBR diolah sehingga sesuai dengan citarasa masakan Indonesia.

    Ketekunannya tak sia-sia. Bisnis yang baru dibangunnya pada tahun 2003 dan diwaralabakan mulai 2004 tersebut kini telah berkibar dengan 120 cabang di 20 kota. Dan satu kabar gembira bagi warga Ibukota Jakarta. Jika sebelumnya hanya mendengar nama, di tahun 2007 ini KTBR akan menjadi mudah ditemui. “Jika sebelumnya tidak ada di Jakarta, tahun 2007 ini KTBR akan hadir. Untuk tahap pertama sudah ada perjanjian kerjasama untuk 30 outlet. Target Saya akan ada tambahan hingga nantinya 100 cabang di Jakarta,” urai Hendy. Selain menu andalan KTBR, ia juga masih menawarkan Yummy Burger, bisnis yang pertama kali ia jalani, juga hotdog dan berbagai jenis kebab lainnya.

     Mengalir dengan Sendirinya

    Talenta untuk menjadi seorang wirausaha muda terbukti tak harus karena turunan atau warisan dari keluarga. Hendy dibesarkan bukan dalam keluarga yang sehari-hari berkutat dengan bisnis usaha pribadi. Ibunya seorang guru, dan Bapaknya pegawai sebuah perusahaan minyak, pada awalnya justru menginginkan Hendy seperti kebanyakan orang tua lainnya. Sekolah, kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan bonafit. Tapi itu lah, merasa lebih cocok dengan dunia wirausaha, pria yang nyaris menyelesaikan studinya di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) ini justru memilih keluar dari institusi untuk menekuni bisnis.

    Semangatnya makin terpacu dengan segudang aktifitas penunjang bisnis. Mengikuti seminar-seminar entrepreneurship, dan bergabung dengan berbagai komunitas bisnis seperti Entrepreneur University dan Greenleaf.

    Sederetan penghargaan pun diraihnya. Diantaranya The Indonesian Small Medium Business Award dari 2006 versi Wirausaha dan Keuangan dan Citra Pengusaha Berprestasi Indonesia Abad 21 dari Profesi Indonesia. Selain juga masuk dalam 10 Tokoh Pilihan yang Merubah Indonesia di tahun 2006 versi Majalah TEMPO, ia juga memperoleh penghargaan Enterprise 50 tahun 2006 versi Majalah SWA, tercatat sebagai nominator Asian Young Entrepreneur best under 25 years dari Business Week Asia Magazine. Meraih Citra Pengusaha Berprestasi Indonesia Abad 21 versi Profesi Indonesia, Achievement Man of The Year 2007 versi Profesi Indonesia, dan Indonesian Best Entrepreneur versi IPA 07

    Lantas apakah ayah tiga anak ini pernah punya keinginan bekerja seperti tuntutan orang tuanya dulu? Jawabannya, tidak. “Jika Saya bekerja di sebuah perusahaan orang lain, Saya tidak mungkin punya waktu jam begini (jam 2 siang-Red) bersama anak-anak. Dengan punya usaha sendiri waktu lebih fleksibel,” urai Hendy. Bicara waktu yang tersita untuk mengurus bisnis, bagi Hendy juga tak ada masalah. “Saya bekerja dalam koridor hobi, jadi berapa pun waktu yang terpakai tidak terasa,” Hendy menutup percakapan. (SH)

    Posted in Kuliner | Leave a comment